Sunday, January 2, 2011

Sebuah Desa Diyakini Sarang Alien

Seorang walikota di Prancis frustasi dan meminta bantuan militer untuk mengusir para pemburu UFO yang terus berdatangan ke wilayahnya.

Tak hanya itu, ia juga kesal menghadapi arus kedatangan orang-orang yang meyakini wilayah itu satu dari sedikit wilayah di Bumi yang akan selamat dari kiamat.

Picturesque Bugarach berada di wilayah Aude di selatan Prancis. Sebuah desa kecil yang damai yang hanya dihuni 189 orang.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketenangan para penduduknya terusik pendatang yang yakin kaki gunung Pic de Bugarach, yang tingginya 4.000 kaki, adalah sarang alien.

Desas-desus beredar bahwa alien menetap di sebuah lokasi di bawah gunung, menunggu saat berakhirnya dunia, dan menyelamatkan beberapa orang yang beruntung. Ada juga yang menganggap gunung itu keramat dan akan terhindar dari kehancuran pada 21 Desember 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya.

"Jika tiba-tiba 10.000 orang datang besok, penduduk desa yang kurang dari 200 orang bakal kewalahan," kata Jean-Pierre Delord seperti dimuat Daily Mail, Rabu 22 Desember 2010.

"Aku telah memberitahu pihak berwenang dan kami ingin tentara berada menanganinya. Jika perlu, militer datang ke sini pada Desember 2012."

Menurut dia, kecemasan penduduk bertambah saat mengetahui sebuah situs di Amerika Serikat menjual tiket menuju Bugarach. "Mereka melakukan bisnis, mengorganisasi orang untuk wisata religi, berdoa, dan meditasi di sini," kata dia.

Diceritakan Delord, orang-orang mulai datang ke wilayahnya saat seorang penduduk lokal melaporkan penampakan UFO. "Dia mengaku melihat alien dan mendengar dengung pesawat mereka di bawah gunung."

Rumor tersebut diperkuat dugaan bahwa peramal Prancis, Nostradamus pernah tinggal di wilayah itu pada abad ke-16. Juga isu penemuan galian misterius Nazi di sana.

Tak hanya sekadar datang, sejumlah orang yang percaya keajaiban desa itu bahkan membeli properti di kaki gunung tersebut. Kursus soal UFO juga mulai ditawarkan di sana.

Valerie Austin, yang pindah dari Newcastle 22 tahun lalu mengatakan, Bugarach adalah daerah yang indah dan tenang. "Sekarang, Anda bisa menjumpai orang sedang berdoa dan bermeditasi di mana pun."

Sebuah Desa Diyakini Sarang Alien

Seorang walikota di Prancis frustasi dan meminta bantuan militer untuk mengusir para pemburu UFO yang terus berdatangan ke wilayahnya.

Tak hanya itu, ia juga kesal menghadapi arus kedatangan orang-orang yang meyakini wilayah itu satu dari sedikit wilayah di Bumi yang akan selamat dari kiamat.

Picturesque Bugarach berada di wilayah Aude di selatan Prancis. Sebuah desa kecil yang damai yang hanya dihuni 189 orang.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketenangan para penduduknya terusik pendatang yang yakin kaki gunung Pic de Bugarach, yang tingginya 4.000 kaki, adalah sarang alien.

Desas-desus beredar bahwa alien menetap di sebuah lokasi di bawah gunung, menunggu saat berakhirnya dunia, dan menyelamatkan beberapa orang yang beruntung. Ada juga yang menganggap gunung itu keramat dan akan terhindar dari kehancuran pada 21 Desember 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya.

"Jika tiba-tiba 10.000 orang datang besok, penduduk desa yang kurang dari 200 orang bakal kewalahan," kata Jean-Pierre Delord seperti dimuat Daily Mail, Rabu 22 Desember 2010.

"Aku telah memberitahu pihak berwenang dan kami ingin tentara berada menanganinya. Jika perlu, militer datang ke sini pada Desember 2012."

Menurut dia, kecemasan penduduk bertambah saat mengetahui sebuah situs di Amerika Serikat menjual tiket menuju Bugarach. "Mereka melakukan bisnis, mengorganisasi orang untuk wisata religi, berdoa, dan meditasi di sini," kata dia.

Diceritakan Delord, orang-orang mulai datang ke wilayahnya saat seorang penduduk lokal melaporkan penampakan UFO. "Dia mengaku melihat alien dan mendengar dengung pesawat mereka di bawah gunung."

Rumor tersebut diperkuat dugaan bahwa peramal Prancis, Nostradamus pernah tinggal di wilayah itu pada abad ke-16. Juga isu penemuan galian misterius Nazi di sana.

Tak hanya sekadar datang, sejumlah orang yang percaya keajaiban desa itu bahkan membeli properti di kaki gunung tersebut. Kursus soal UFO juga mulai ditawarkan di sana.

Valerie Austin, yang pindah dari Newcastle 22 tahun lalu mengatakan, Bugarach adalah daerah yang indah dan tenang. "Sekarang, Anda bisa menjumpai orang sedang berdoa dan bermeditasi di mana pun."

Sebuah Desa Diyakini Sarang Alien

Seorang walikota di Prancis frustasi dan meminta bantuan militer untuk mengusir para pemburu UFO yang terus berdatangan ke wilayahnya.

Tak hanya itu, ia juga kesal menghadapi arus kedatangan orang-orang yang meyakini wilayah itu satu dari sedikit wilayah di Bumi yang akan selamat dari kiamat.

Picturesque Bugarach berada di wilayah Aude di selatan Prancis. Sebuah desa kecil yang damai yang hanya dihuni 189 orang.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, ketenangan para penduduknya terusik pendatang yang yakin kaki gunung Pic de Bugarach, yang tingginya 4.000 kaki, adalah sarang alien.

Desas-desus beredar bahwa alien menetap di sebuah lokasi di bawah gunung, menunggu saat berakhirnya dunia, dan menyelamatkan beberapa orang yang beruntung. Ada juga yang menganggap gunung itu keramat dan akan terhindar dari kehancuran pada 21 Desember 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya.

"Jika tiba-tiba 10.000 orang datang besok, penduduk desa yang kurang dari 200 orang bakal kewalahan," kata Jean-Pierre Delord seperti dimuat Daily Mail, Rabu 22 Desember 2010.

"Aku telah memberitahu pihak berwenang dan kami ingin tentara berada menanganinya. Jika perlu, militer datang ke sini pada Desember 2012."

Menurut dia, kecemasan penduduk bertambah saat mengetahui sebuah situs di Amerika Serikat menjual tiket menuju Bugarach. "Mereka melakukan bisnis, mengorganisasi orang untuk wisata religi, berdoa, dan meditasi di sini," kata dia.

Diceritakan Delord, orang-orang mulai datang ke wilayahnya saat seorang penduduk lokal melaporkan penampakan UFO. "Dia mengaku melihat alien dan mendengar dengung pesawat mereka di bawah gunung."

Rumor tersebut diperkuat dugaan bahwa peramal Prancis, Nostradamus pernah tinggal di wilayah itu pada abad ke-16. Juga isu penemuan galian misterius Nazi di sana.

Tak hanya sekadar datang, sejumlah orang yang percaya keajaiban desa itu bahkan membeli properti di kaki gunung tersebut. Kursus soal UFO juga mulai ditawarkan di sana.

Valerie Austin, yang pindah dari Newcastle 22 tahun lalu mengatakan, Bugarach adalah daerah yang indah dan tenang. "Sekarang, Anda bisa menjumpai orang sedang berdoa dan bermeditasi di mana pun."

Harga Blackberry torch 9800 red Terbaru 2011 - Spesifikasi Terbaru

Blackberry torch 9800 red
harga blackberry torch red 9800
Berikut ini spesifikasi lengkap dari blackberry torch yang baru di launching, serta harga blackberry torch yang masih relativ mahal.
Category Baru
Harga Blackberry Torch : Rp. 5.850.000,-
Available
Harga Blackberry »

Masih Gila Kerja di Usia 101 Tahun

Mayoritas pekerja umumnya pensiun di usia 56-60 tahun. Maksimal 65 tahun. Bahkan banyak yang bermimpi bisa pensiun dini. Tapi, tidak bagi Sally Gordon. Memasuki usia 101 tahun, ia masih aktif bekerja penuh waktu (fulltime).

Gordon bekerja sebagai asisten sersan pada angkatan bersenjata untuk badan legislatif negara bagian Nebraska, Lincoln. Ia masih mencintai pekerjaannya, dan menolak mengurangi jam kerjanya.

"Selama saya bisa saya akan bekerja fulltime," ujar Gordon. "Saya pikir Anda harus bekerja selama Anda bisa karena bekerja memberikan Anda tujuan hidup."

Ketika ditanya rahasia hidup awet muda, Gordon menjawab, "Saya makan makanan sehat dan selalu berjalan kaki." Gordon memang tak pernah memiliki mobil. Ia lebih senang berjalan kaki atau mengakses kendaraan umum.

Ia menyebut sup sebagai makanan favorit yang ia makan sepanjang tahun. "Saya selalu makan menggunakan sumpit untuk memperlambat makan sekaligus menikmatinya."

Tak hanya terlihat bugar dengan usianya yang sudah sangat renta. Gordon juga masih tampil modis dengan aksesori kepala di kepalanya. "Saya selalu mencoba untuk terlihat rapi, karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi," kata wanita yang pernah bekerja sebagai model department store.

Semangat Gordon juga ditunjukkan seorang mantan pemain baseball profesional, Emilio Navarro, asal Ponce, Puerto Rico. Di usianya yang sudah menyentuh angka 104, Navarro masih bekerja 30 jam per minggu sebagai pengawas keuangan Schuffley Alley, perusahaan distribusi mesin game yang didirikan 1952.

Tak heran jika keduanya meraih 'Work Experience', penghargaan yang telah berlangsung selama 12 tahun untuk pekerja yang masih aktif di saat orang seumuran mereka telah pensiun.

Direktur 'Work Experience' mengatakan, mereka yang terus bekerja melewati usia 100 tahun cenderung memiliki beberapa sifat sama. "Saya pikir mereka memiliki gairah terhadap apa yang mereka lakukan dan mereka menikmati pekerjaan dan bidang yang mereka pilih," ujarnya seperti dikutip US News.

Masih Gila Kerja di Usia 101 Tahun

Mayoritas pekerja umumnya pensiun di usia 56-60 tahun. Maksimal 65 tahun. Bahkan banyak yang bermimpi bisa pensiun dini. Tapi, tidak bagi Sally Gordon. Memasuki usia 101 tahun, ia masih aktif bekerja penuh waktu (fulltime).

Gordon bekerja sebagai asisten sersan pada angkatan bersenjata untuk badan legislatif negara bagian Nebraska, Lincoln. Ia masih mencintai pekerjaannya, dan menolak mengurangi jam kerjanya.

"Selama saya bisa saya akan bekerja fulltime," ujar Gordon. "Saya pikir Anda harus bekerja selama Anda bisa karena bekerja memberikan Anda tujuan hidup."

Ketika ditanya rahasia hidup awet muda, Gordon menjawab, "Saya makan makanan sehat dan selalu berjalan kaki." Gordon memang tak pernah memiliki mobil. Ia lebih senang berjalan kaki atau mengakses kendaraan umum.

Ia menyebut sup sebagai makanan favorit yang ia makan sepanjang tahun. "Saya selalu makan menggunakan sumpit untuk memperlambat makan sekaligus menikmatinya."

Tak hanya terlihat bugar dengan usianya yang sudah sangat renta. Gordon juga masih tampil modis dengan aksesori kepala di kepalanya. "Saya selalu mencoba untuk terlihat rapi, karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi," kata wanita yang pernah bekerja sebagai model department store.

Semangat Gordon juga ditunjukkan seorang mantan pemain baseball profesional, Emilio Navarro, asal Ponce, Puerto Rico. Di usianya yang sudah menyentuh angka 104, Navarro masih bekerja 30 jam per minggu sebagai pengawas keuangan Schuffley Alley, perusahaan distribusi mesin game yang didirikan 1952.

Tak heran jika keduanya meraih 'Work Experience', penghargaan yang telah berlangsung selama 12 tahun untuk pekerja yang masih aktif di saat orang seumuran mereka telah pensiun.

Direktur 'Work Experience' mengatakan, mereka yang terus bekerja melewati usia 100 tahun cenderung memiliki beberapa sifat sama. "Saya pikir mereka memiliki gairah terhadap apa yang mereka lakukan dan mereka menikmati pekerjaan dan bidang yang mereka pilih," ujarnya seperti dikutip US News.

Masih Gila Kerja di Usia 101 Tahun

Mayoritas pekerja umumnya pensiun di usia 56-60 tahun. Maksimal 65 tahun. Bahkan banyak yang bermimpi bisa pensiun dini. Tapi, tidak bagi Sally Gordon. Memasuki usia 101 tahun, ia masih aktif bekerja penuh waktu (fulltime).

Gordon bekerja sebagai asisten sersan pada angkatan bersenjata untuk badan legislatif negara bagian Nebraska, Lincoln. Ia masih mencintai pekerjaannya, dan menolak mengurangi jam kerjanya.

"Selama saya bisa saya akan bekerja fulltime," ujar Gordon. "Saya pikir Anda harus bekerja selama Anda bisa karena bekerja memberikan Anda tujuan hidup."

Ketika ditanya rahasia hidup awet muda, Gordon menjawab, "Saya makan makanan sehat dan selalu berjalan kaki." Gordon memang tak pernah memiliki mobil. Ia lebih senang berjalan kaki atau mengakses kendaraan umum.

Ia menyebut sup sebagai makanan favorit yang ia makan sepanjang tahun. "Saya selalu makan menggunakan sumpit untuk memperlambat makan sekaligus menikmatinya."

Tak hanya terlihat bugar dengan usianya yang sudah sangat renta. Gordon juga masih tampil modis dengan aksesori kepala di kepalanya. "Saya selalu mencoba untuk terlihat rapi, karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi," kata wanita yang pernah bekerja sebagai model department store.

Semangat Gordon juga ditunjukkan seorang mantan pemain baseball profesional, Emilio Navarro, asal Ponce, Puerto Rico. Di usianya yang sudah menyentuh angka 104, Navarro masih bekerja 30 jam per minggu sebagai pengawas keuangan Schuffley Alley, perusahaan distribusi mesin game yang didirikan 1952.

Tak heran jika keduanya meraih 'Work Experience', penghargaan yang telah berlangsung selama 12 tahun untuk pekerja yang masih aktif di saat orang seumuran mereka telah pensiun.

Direktur 'Work Experience' mengatakan, mereka yang terus bekerja melewati usia 100 tahun cenderung memiliki beberapa sifat sama. "Saya pikir mereka memiliki gairah terhadap apa yang mereka lakukan dan mereka menikmati pekerjaan dan bidang yang mereka pilih," ujarnya seperti dikutip US News.