Showing posts with label Oddity. Show all posts
Showing posts with label Oddity. Show all posts

Sunday, January 1, 2012

Celana Dalam Terbuat dari Sutra Dan Berlian

Celana Dalam Terbuat Dari Sutra Dan Berlian. Fashingnet.com, Celana dalam sutra warna putih rancangan Nichole de Carle yang dihiasi berlian asli harganya sekitar 300 poundsterling atau sekitar Rp 4,1 juta. Gila!


Celana Dalam Terbuat dari Sutra Dan Berlian

Celana Dalam Terbuat Dari Sutra Dan Berlian. Fashingnet.com, Celana dalam sutra warna putih rancangan Nichole de Carle yang dihiasi berlian asli harganya sekitar 300 poundsterling atau sekitar Rp 4,1 juta. Gila!


Celana Dalam Terbuat dari Sutra Dan Berlian

Celana Dalam Terbuat Dari Sutra Dan Berlian. Fashingnet.com, Celana dalam sutra warna putih rancangan Nichole de Carle yang dihiasi berlian asli harganya sekitar 300 poundsterling atau sekitar Rp 4,1 juta. Gila!


Saturday, December 31, 2011

Pria Berjenggot Terunik di Dunia

Olypmia – Pria 26 tahun ini berhasil memenangkan World Beard and Mustache Championship. Ia berhasil memenangkan kategori ‘jenggot penuh dengan kumis gaya’.

Burke Kenny pertama kali memenangkan kategori ini empat tahun lalu. Saat itu ia juga menjadi pria termuda yang menjadi juara bulu muka internasional.
“Saya sama sekali tak menganggapnya serius,” ujarnya.
Ia mengaku senang menjadi pria terhormat dan diperlakukan secara terhormat pula. Kenny mulai menumbuhkan jenggot dan kumisnya ketika ia berusia 20 tahun dan pengaruh bulu mukanya berasal dari ayahnya.
“Ayah saya menjadi inspirasi nomor satu saya. Ia memiliki kumis selama 30 tahun,” ungkapnya seperti dikutip UPI.
Kenny merupakan salah satu dari enam tim anggota Beard Team USA yang berhasil membawa medali emas di kejuaraan tahun ini.
Menurutnya, medali emas ini menjadi pemahaman dan penerimaan atas jenggotnya.
"Saya dukung pria-pria lain untuk menumbuhkan bulu muka berkualitas jika mereka bisa dan ‘mengenakannya’ dengan rendah hati,” tutupnya.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2011/07/inilah-pria-pemilik-jenggot-terbaik.html#ixzz1YDDKdnyN

Pria Berjenggot Terunik di Dunia

Olypmia – Pria 26 tahun ini berhasil memenangkan World Beard and Mustache Championship. Ia berhasil memenangkan kategori ‘jenggot penuh dengan kumis gaya’.

Burke Kenny pertama kali memenangkan kategori ini empat tahun lalu. Saat itu ia juga menjadi pria termuda yang menjadi juara bulu muka internasional.
“Saya sama sekali tak menganggapnya serius,” ujarnya.
Ia mengaku senang menjadi pria terhormat dan diperlakukan secara terhormat pula. Kenny mulai menumbuhkan jenggot dan kumisnya ketika ia berusia 20 tahun dan pengaruh bulu mukanya berasal dari ayahnya.
“Ayah saya menjadi inspirasi nomor satu saya. Ia memiliki kumis selama 30 tahun,” ungkapnya seperti dikutip UPI.
Kenny merupakan salah satu dari enam tim anggota Beard Team USA yang berhasil membawa medali emas di kejuaraan tahun ini.
Menurutnya, medali emas ini menjadi pemahaman dan penerimaan atas jenggotnya.
"Saya dukung pria-pria lain untuk menumbuhkan bulu muka berkualitas jika mereka bisa dan ‘mengenakannya’ dengan rendah hati,” tutupnya.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2011/07/inilah-pria-pemilik-jenggot-terbaik.html#ixzz1YDDKdnyN

Pria Berjenggot Terunik di Dunia

Olypmia – Pria 26 tahun ini berhasil memenangkan World Beard and Mustache Championship. Ia berhasil memenangkan kategori ‘jenggot penuh dengan kumis gaya’.

Burke Kenny pertama kali memenangkan kategori ini empat tahun lalu. Saat itu ia juga menjadi pria termuda yang menjadi juara bulu muka internasional.
“Saya sama sekali tak menganggapnya serius,” ujarnya.
Ia mengaku senang menjadi pria terhormat dan diperlakukan secara terhormat pula. Kenny mulai menumbuhkan jenggot dan kumisnya ketika ia berusia 20 tahun dan pengaruh bulu mukanya berasal dari ayahnya.
“Ayah saya menjadi inspirasi nomor satu saya. Ia memiliki kumis selama 30 tahun,” ungkapnya seperti dikutip UPI.
Kenny merupakan salah satu dari enam tim anggota Beard Team USA yang berhasil membawa medali emas di kejuaraan tahun ini.
Menurutnya, medali emas ini menjadi pemahaman dan penerimaan atas jenggotnya.
"Saya dukung pria-pria lain untuk menumbuhkan bulu muka berkualitas jika mereka bisa dan ‘mengenakannya’ dengan rendah hati,” tutupnya.

sumber : http://wahw33d.blogspot.com/2011/07/inilah-pria-pemilik-jenggot-terbaik.html#ixzz1YDDKdnyN

Thursday, December 29, 2011

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba. Lumba-lumba merupakan makhluk laut paling cerdas dan bisa dilatih untuk menuruti perintah manusia. Yang menarik, ternyata hewan air yang kerap dijuluki sahabat manusia ini punya kesaktian untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Kesaktian tersebut diteliti oleh Michael Zasloff, peneliti dari Georgetown University Medical Center. Ia mengumpulkan beberapa dokumen insiden cedera serius yang dialami lumba-lumba, yang kemungkinan disebabkan gigitan hiu. Luka gigitan tersebut, sebagian bahkan lebih besar dari bola basket, bisa sembuh dalam waktu seminggu tanpa menyebabkan lumba-lumba kesakitan atau terganggu.

"Ini membuat kita kagum pada hewan yang bisa berenang lebih cepat dari manusia dan punya kecerdasan yang hampir menyampai kompleksnya emosi dan sosial kita, tetapi mampu menyembuhkan diri sendiri," kata Zasloff.
Zasloff sudah sejak lama memang tertarik pada obat-obatan yang berasal dari alam. Misalnya, ia menemukan antibiotik yang dipakai oleh kodok di kulitnya dan juga kemungkinan terapi kanker dengan hiu jenis dogfish.
Pada lumba-lumba, Zasloff menemukan, meski hewan ini mengalami luka yang lebar, ia tidak mengalami perdarahan yang menyebabkan kematian.

"Lumba-lumba mungkin memakai mekanisme menyelam mereka sehingga menghentikan aliran darah ke bagian yang tidak perlu, termasuk mengurangi sirkulasi darah ke bagian yang luka," paparnya.

Selain itu, selama proses penyembuhan luka, tubuh lumba-lumba tidak menunjukkan gejala infeksi. Para ilmuwan menemukan, kulit mereka dan juga lemaknya mengandung senyawa antibakteri sehingga mencegah infeksi.

Kelebihan lainnya adalah lumba-lumba tidak menunjukkan reaksi sakit. Padahal, pada umumnya luka yang terbuka akan memengaruhi perilaku dan pola makan hewan selama beberapa minggu. Pada lumba-lumba, mereka tetap berlaku normal meski mengalami luka berat.

"Kemampuan lumba-lumba menyembuhkan dirinya sangat ajaib. Dalam hitungan minggu, mereka bisa mengganti jaringan baru dengan sempurna," ujarnya.

Ia menambahkan, lumba-lumba mungkin mendapatkan kemampuan regenerasi ini dari stem cell yang spesial seperti halnya beberapa jenis amfibi yang bisa menumbuhkan tunas lengan berulang kali.

Pemahaman akan kemampuan regenerasi pada lumba-lumba ini diharapkan akan berguna bagi manusia. Apalagi, menurut Zasloff, lumba-lumba secara struktur punya kemiripan dengan manusia.

Teknik menyembuhkan diri mamalia laut ini diduga disebabkan jenis protein atau sel punca yang mungkin cocok dipakai manusia.

"Protein yang diproduksi lumba-lumba selama proses penyembuhan diproduksi oleh tubuhnya sendiri. Jika bisa dipakai sebagai obat antinyeri dipastikan tidak akan menimbulkan kecanduan seperti obat kimia yang saat ini beredar," katanya .{kompas}

Semakin menunjukkan betapa kuasanya Allah atas makhluk makhluk ciptaannya . Semua pasti ada kelebihan yang dimiliki. Seekor lumba-lumba yang sangat bersahabat dengan anusiapun ternyata oleh Allah diberikan kemampuan/kesaktian sehingga bisa menyembuhkan dirinya sendiri . Sangat berbeda dengan manusia . 

Dokter sekalipun kalo sudah sakit pasti butuh bantuan dokter lain untuk mengobatinya. Sedangkan lumba-lumba seperti dijelaskan diatas walaupun tubuhya termakan hiu sebesar bola voly , tetep bisa hidup dan mengobati dirinya sendiri dengan kemampuannya .

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba. Lumba-lumba merupakan makhluk laut paling cerdas dan bisa dilatih untuk menuruti perintah manusia. Yang menarik, ternyata hewan air yang kerap dijuluki sahabat manusia ini punya kesaktian untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Kesaktian tersebut diteliti oleh Michael Zasloff, peneliti dari Georgetown University Medical Center. Ia mengumpulkan beberapa dokumen insiden cedera serius yang dialami lumba-lumba, yang kemungkinan disebabkan gigitan hiu. Luka gigitan tersebut, sebagian bahkan lebih besar dari bola basket, bisa sembuh dalam waktu seminggu tanpa menyebabkan lumba-lumba kesakitan atau terganggu.

"Ini membuat kita kagum pada hewan yang bisa berenang lebih cepat dari manusia dan punya kecerdasan yang hampir menyampai kompleksnya emosi dan sosial kita, tetapi mampu menyembuhkan diri sendiri," kata Zasloff.
Zasloff sudah sejak lama memang tertarik pada obat-obatan yang berasal dari alam. Misalnya, ia menemukan antibiotik yang dipakai oleh kodok di kulitnya dan juga kemungkinan terapi kanker dengan hiu jenis dogfish.
Pada lumba-lumba, Zasloff menemukan, meski hewan ini mengalami luka yang lebar, ia tidak mengalami perdarahan yang menyebabkan kematian.

"Lumba-lumba mungkin memakai mekanisme menyelam mereka sehingga menghentikan aliran darah ke bagian yang tidak perlu, termasuk mengurangi sirkulasi darah ke bagian yang luka," paparnya.

Selain itu, selama proses penyembuhan luka, tubuh lumba-lumba tidak menunjukkan gejala infeksi. Para ilmuwan menemukan, kulit mereka dan juga lemaknya mengandung senyawa antibakteri sehingga mencegah infeksi.

Kelebihan lainnya adalah lumba-lumba tidak menunjukkan reaksi sakit. Padahal, pada umumnya luka yang terbuka akan memengaruhi perilaku dan pola makan hewan selama beberapa minggu. Pada lumba-lumba, mereka tetap berlaku normal meski mengalami luka berat.

"Kemampuan lumba-lumba menyembuhkan dirinya sangat ajaib. Dalam hitungan minggu, mereka bisa mengganti jaringan baru dengan sempurna," ujarnya.

Ia menambahkan, lumba-lumba mungkin mendapatkan kemampuan regenerasi ini dari stem cell yang spesial seperti halnya beberapa jenis amfibi yang bisa menumbuhkan tunas lengan berulang kali.

Pemahaman akan kemampuan regenerasi pada lumba-lumba ini diharapkan akan berguna bagi manusia. Apalagi, menurut Zasloff, lumba-lumba secara struktur punya kemiripan dengan manusia.

Teknik menyembuhkan diri mamalia laut ini diduga disebabkan jenis protein atau sel punca yang mungkin cocok dipakai manusia.

"Protein yang diproduksi lumba-lumba selama proses penyembuhan diproduksi oleh tubuhnya sendiri. Jika bisa dipakai sebagai obat antinyeri dipastikan tidak akan menimbulkan kecanduan seperti obat kimia yang saat ini beredar," katanya .{kompas}

Semakin menunjukkan betapa kuasanya Allah atas makhluk makhluk ciptaannya . Semua pasti ada kelebihan yang dimiliki. Seekor lumba-lumba yang sangat bersahabat dengan anusiapun ternyata oleh Allah diberikan kemampuan/kesaktian sehingga bisa menyembuhkan dirinya sendiri . Sangat berbeda dengan manusia . 

Dokter sekalipun kalo sudah sakit pasti butuh bantuan dokter lain untuk mengobatinya. Sedangkan lumba-lumba seperti dijelaskan diatas walaupun tubuhya termakan hiu sebesar bola voly , tetep bisa hidup dan mengobati dirinya sendiri dengan kemampuannya .

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba

Rahasia Kesaktian Lumba-Lumba. Lumba-lumba merupakan makhluk laut paling cerdas dan bisa dilatih untuk menuruti perintah manusia. Yang menarik, ternyata hewan air yang kerap dijuluki sahabat manusia ini punya kesaktian untuk menyembuhkan dirinya sendiri.

Kesaktian tersebut diteliti oleh Michael Zasloff, peneliti dari Georgetown University Medical Center. Ia mengumpulkan beberapa dokumen insiden cedera serius yang dialami lumba-lumba, yang kemungkinan disebabkan gigitan hiu. Luka gigitan tersebut, sebagian bahkan lebih besar dari bola basket, bisa sembuh dalam waktu seminggu tanpa menyebabkan lumba-lumba kesakitan atau terganggu.

"Ini membuat kita kagum pada hewan yang bisa berenang lebih cepat dari manusia dan punya kecerdasan yang hampir menyampai kompleksnya emosi dan sosial kita, tetapi mampu menyembuhkan diri sendiri," kata Zasloff.
Zasloff sudah sejak lama memang tertarik pada obat-obatan yang berasal dari alam. Misalnya, ia menemukan antibiotik yang dipakai oleh kodok di kulitnya dan juga kemungkinan terapi kanker dengan hiu jenis dogfish.
Pada lumba-lumba, Zasloff menemukan, meski hewan ini mengalami luka yang lebar, ia tidak mengalami perdarahan yang menyebabkan kematian.

"Lumba-lumba mungkin memakai mekanisme menyelam mereka sehingga menghentikan aliran darah ke bagian yang tidak perlu, termasuk mengurangi sirkulasi darah ke bagian yang luka," paparnya.

Selain itu, selama proses penyembuhan luka, tubuh lumba-lumba tidak menunjukkan gejala infeksi. Para ilmuwan menemukan, kulit mereka dan juga lemaknya mengandung senyawa antibakteri sehingga mencegah infeksi.

Kelebihan lainnya adalah lumba-lumba tidak menunjukkan reaksi sakit. Padahal, pada umumnya luka yang terbuka akan memengaruhi perilaku dan pola makan hewan selama beberapa minggu. Pada lumba-lumba, mereka tetap berlaku normal meski mengalami luka berat.

"Kemampuan lumba-lumba menyembuhkan dirinya sangat ajaib. Dalam hitungan minggu, mereka bisa mengganti jaringan baru dengan sempurna," ujarnya.

Ia menambahkan, lumba-lumba mungkin mendapatkan kemampuan regenerasi ini dari stem cell yang spesial seperti halnya beberapa jenis amfibi yang bisa menumbuhkan tunas lengan berulang kali.

Pemahaman akan kemampuan regenerasi pada lumba-lumba ini diharapkan akan berguna bagi manusia. Apalagi, menurut Zasloff, lumba-lumba secara struktur punya kemiripan dengan manusia.

Teknik menyembuhkan diri mamalia laut ini diduga disebabkan jenis protein atau sel punca yang mungkin cocok dipakai manusia.

"Protein yang diproduksi lumba-lumba selama proses penyembuhan diproduksi oleh tubuhnya sendiri. Jika bisa dipakai sebagai obat antinyeri dipastikan tidak akan menimbulkan kecanduan seperti obat kimia yang saat ini beredar," katanya .{kompas}

Semakin menunjukkan betapa kuasanya Allah atas makhluk makhluk ciptaannya . Semua pasti ada kelebihan yang dimiliki. Seekor lumba-lumba yang sangat bersahabat dengan anusiapun ternyata oleh Allah diberikan kemampuan/kesaktian sehingga bisa menyembuhkan dirinya sendiri . Sangat berbeda dengan manusia . 

Dokter sekalipun kalo sudah sakit pasti butuh bantuan dokter lain untuk mengobatinya. Sedangkan lumba-lumba seperti dijelaskan diatas walaupun tubuhya termakan hiu sebesar bola voly , tetep bisa hidup dan mengobati dirinya sendiri dengan kemampuannya .

Sunday, December 25, 2011

Fakta Tentang Pasir Hisap - Quick Sand

Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yg indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tdk pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.

Akan larut jika permukan Quicksand terganggu
seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yg melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yg pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yg jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.

Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yg terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yg sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yg terperangkap.

Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.

Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.

Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September.

Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.

Sabar dan tenang
“Yg paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

Fakta Tentang Pasir Hisap - Quick Sand

Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yg indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tdk pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.

Akan larut jika permukan Quicksand terganggu
seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yg melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yg pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yg jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.

Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yg terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yg sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yg terperangkap.

Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.

Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.

Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September.

Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.

Sabar dan tenang
“Yg paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

Fakta Tentang Pasir Hisap - Quick Sand

Dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar
Pasir hidup adalah mekanisme paling unik alam semesta, ia mungkin terpendam di pantai tepi sungai atau bahkan mungkin di halaman belakang sekitarnya, dengan tenang menunggu orang-orang mendekat, membuat orang sulit maju ataupun mundur. Pada tahun 1692, di pelabuhan Jamaika, pernah terjadi pasir hidup yang terbentuk dari larutan tanah akibat gempa, belakangan menyebabkan 1/3 kota hilang, dan tragedi yang menewaskan 2000 jiwa manusia. Danau yang tampak tenang di selatan Inggris, fyord atau teluk sempit di Alaska yg indah tapi berbahaya dan daerah lainnya pernah terjadi peristiwa manusia terperangkap ke dalam pasir hidup. Namun, sebagian besar orang kerap tdk pernah menjumpai pasir hidup, apalagi menyaksikan sendiri orang terperosok ke dalam pasir hidup atau mengalaminya sendiri. Kesan orang-orang terhadap pasir hidup terutama berdasarkan berbagai film yang ditontonnya. Suasana atau pemandangan yang diciptakan dalam film melukiskan pasir hidup adalah suatu momok yang dapat mengisap manusia ke lubang tak berdasar.

Akan larut jika permukan Quicksand terganggu
seorang ilmuwan dari Universitas Amsterdam, Belanda yakni Daniel Bonn pernah menemui seorang gembala setempat. Sang gembala menunjuk pasir hidup sambil berkata pada Bonn, bahwa pernah ada unta terperosok ke dalam kemudian lenyap tak berbekas.lalu segera ia melakukan penyelidikan terkait setelah kembai ke negaranya. Ia membawa sampel pasir ke Belanda dan menganalisis komposisinya. Setelah menemukan bahwa campuran tersebut terdiri atas pasir berkualitas tinggi, tanah liat, dan air garam, Bonn bersama timnya membuat tiruan pasir hisap dalam jumlah besar.

Ia mengamati dan menganalisa dengan cermat puluhan film yg melukiskan pemandangan pasir hidup yang menelan manusia itu, dan mendapati bahwa gambaran yang dilukiskan film-film ini sepenuhnya salah dan keliru. Kemudian, di dalam laboratoriumnya, Bonn mencampurkan pasir, tanah liat dan air garam, membentuk sebuah maket pasir hidup dalam ruangan kecil untuk diteliti. Setelah percobaan secara berulang-ulang, personel peneliti yang dipimpin Bonn mendapati, bahwa perlu waktu beberapa hari untuk membuat pasir menjadi lengket. Sebaliknya sangat mudah kalau hendak menghilangkan viskositasnya (sifat merekat), yakni cukup diberi tekanan yg pas di permukaannya. Permukaannya akan segera “larut” dengan cepat jika mendapat gangguan gerak, pasir di permukaan akan menjadi gembur (lembek), dan pasir di lapisan yang dangkal juga akan merosot ke bawah dengan cepat. Gerakan perpindahan ini membuat benda yang bergerak di permukaan pasir tenggelam ke bawah, kemudian seiring dengan meningkatnya kedalaman penenggelaman tersebut, pasir yg jatuh ke bawah melalui gerakan perpindahan dari lapisan atas perlahan-lahan akan menyatu, lalu akan menciptakan endapan yang tebal, sehingga viskositas atau sifat merekat pasir bertambah cepat, mencegah obyek terperosok lebih jauh.

Butuh kekuatan mengangkat sebuah mobil
Menurut hasil penelitian, bahwa orang yang terperosok ke dalam pasir hidup umumnya tidak bisa bergerak, densitas pasir yang meningkat kemudian merekat di bagian anggota badan bawah yang terperosok dalam pasir hidup tersebut, membentuk tekanan yang sangat besas pada tubuh, membuat kita sangat sulit mengeluarkan tenaga. Orang yang sangat besar tenaganya sekalipun juga sulit dalam waktu singkat bisa mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut. Setelah dikalkulasi peneliti terkait, bahwa untuk mengeluarkan satu kaki korban yg terperangkap dengan kecepatan 1 cm/ detik saja butuh kekuatan 100 ribu Newton, atau kurang lebih setara dengan kekuatan mengangkat sebuah mobil ukuran sedang. Kecuali dibantu dengan mobil Derek, jika tidak sulit sekali mengeluarkan korban yang terperangkap dalam pasir hidup tersebut dalam waktu singkat. Hasil penelitian terkait juga menunjukan, menurut hitungan kekuatan ini, jika secara paksa menyeret korban, maka sebelum pasir hidup “melepaskan” korban yang terperangkap, tubuh korban sudah putus tertarik oleh kekuatan yang besar itu. Resiko yang diakibatkan tindakan demikian jauh lebih berbahaya dibanding membiarkan korban tetap berada dalam pasir hidup tersebut untuk sementara waktu.

Bagaimana menyelamatkan diri dari perangkap
Sebenarnya sebagian besar pasir hidup tidak jauh berbeda dengan pasir pada umumnya, tidak menyeramkan sebagaimana yang dilukiskan dalam film. Secara prinsipal, ia hanya pasir yang telah diresapi air, karena friksi (gaya gesek) antar butiran pasir berkurang, sehingga menjadi campuran pasir dan air setengah cair yg sulit mendukung. Pasir hidup biasanya dijumpai di sekitar pantai.

Menurut Benn, bahwa hanya ada satu keadaan pasir hidup dapat menenggelamkan manusia (mati tenggelam), yaitu ketika bagian kepala lebih dulu masuk ke dalam, namun kemungkinan terperosok dengan cara demikian sangat kecil. Orang yang terperosok ke dalam pasir hidup hanya merasakan sedikit tekanan pada bagian dada, agak sulit bernapas, tidak akan mengancam jiwa. Air pasang di dekat pasir hidup barulah musuh yang menakutkan bagi korban yg terperangkap.

Orang-orang keliru menafsirkan bahwa dengan menggoyangkan kaki bisa melonggarkan pasir di sekitar badan, sehingga dengan demikian dapat membantu anggota badan untuk keluar dari dalam pasir. Ilmuwan terkait menuturkan, sebetulnya bukan begitu, gerakan demikian hanya akan mempercepat endapan tanah liat, memperkuat viskositas (sifat merekat) pasir hidup, meronta membabi buta hanya akan membuat korban terperosok lebih dalam.

Benn mengatakan, “cara untuk terlepas dari pasir hidup tetap ada, yaitu korban yang terperangkap harus menggerakkan secara perlahan kedua kakinya, agar air dan pasir semaksimal merembes masuk ke daerah hampa, dengan begitu akan dapat mengurangi tekanan badan si korban, sekaligus membuat pasir agar perlahan-lahan menggembur. Selain itu, sang korban juga harus berusaha agar anggota badannya terpisah, sebab jika area permukaan pasir yg disentuh badan semakin besar, maka daya apung yang didapat akan semakin besar. Asalkan korban memiliki kesabaran yang cukup, dengan gerakan yang cukup tenang dan santai, maka secara perlahan pasti akan terbebas dari perangkap pasir hidup.

Selain itu hasil penelitian juga mendapati, saat suatu obyek terperosok ke dalam pasir hidup, kecepatan terbenamnya ditentukan oleh densitas obyek tersebut. Densitas pasir hidup umumnya 2 g/milliliter, sedangkan densitas manusia adalah 1g/milliliter. Di bawah densitas demikian, tubuh manusia yang terbenam ke pasir hidup tidak akan mati tenggelam, kerap akan berhenti sampai sebatas pinggang.

Selain itu peneliti juga mendapati, bahwa meskipun sejumlah obyek yang berdensitas lebih besar dari pasir hidup, tapi tetap bisa mengapung di atas pasir hidup. Dalam percobaan terkait, mereka kemudian meletakkan bola aluminium yang berdensitas 2.7g/mililiter di atas permukaan pasir hisap. Dan meskipun densitasnya lebih besar dari pasir hidup. Namun karena mendapat pengaruh daya apung pasir hisap dan tegangan pasir, maka bola aluminium tetap bisa dengan tenang berada di permukaan pasir hidup. Bola tersebut tidak tenggelam hingga para peneliti menggetarkan pasir hisap dan membuat gerakan yang menyebabkan campuran lebih cair. Ketika melakukan hal ini, bola aluminium benar-benar seluruhnya tenggelam.

Namun saat menggunakan bola aluminium yang memiliki kerapatan sama dengan manusia yang berarti lebih rendah daripada kerapatan pasir hisap, bola tersebut tidak pernah tenggelam walaupun campuran diperlakukan dengan kasar. Jatuhnya objek ke pasir hisap menyebabkan pastikel pasir bercampur air kehilangan kestabilan. Jika terus diberi tekanan, campuran tersebut akan berubah menjadi lebih cair di permukaan dan sangat padat di dasarnya. “Semakin besar tekanannya, semakin banyak cairan yang terbentuk di pasir hisap sehingga gerakan korban membuatnya terperosok semakin dalam,” kata Daniel Bonn, pemimpin penelitian dari University of Amsterdam sebagaimana ditulis dalam jurnal Nature edisi 29 September.

Berdasarkan pengukuran terhadap peralatan aluminium ini, meningkatkan tekanan fisik ke partikel sebesar 1 persen menyebabkan kecepatan tenggelamnya naik sejuta kali. Bonn menambahkan bahwa menarik benda dari pasir pada tahap ini membutuhkan kekuatan setara mengangkat mobil berukuran menengah.

Sabar dan tenang
“Yg paling berbahaya adalah apabila pasir hisap cenderung menarik dengan cepat,” katanya. Tapi, kesabaran dapat menyelamatkan Anda. Jika ditunggu dengan sabar, partikel pasir lambat laun akan stabil sehingga daya apung campuran tersebut akan mengangkat Anda ke atas.

Kami mengetahui bahwa lapisan pasir di bawahnya lebih rapat sedangkan air lebih banyak di lapisan atas. Lapisan pasir yang sangat pekat di bawah sangat sedikit mengandung air sehingga sulit melepas kaki yang terperosok ke dalamnya,” lanjut Bonn. Sarannya, tetaplah tenang dan biasanya Anda akan terapung. Luruskan punggung Anda untuk memperluas area yang bebas dan tunggu hingga kaki bebas dari pasir. Bonn juga menyarankan agar kaki bergerak untuk mengendalikan air sehingga Anda terapung. “Anda harus memasukkan air ke dalam pasir dan cara yang paling mudah adalah memutar-mutar sekitar kaki di dalam pasir hisap,” tambahnya.

Saran tersebut kemungkinan besar benar. Buktinya, bola aluminium kedua dalam percobaan ini tidak tenggelam lebih dari setengah bagian. Meskipun bola tersebut hanya empat milimeter diameternya, kerapatannya sama dengan manusia sehingga bisa digunakan sebagai model manusia.

Friday, December 23, 2011

10 Tips Menghindari Kematian yang Sia-sia

Kematian memang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Tapi sebagai makhluk yang berakal, manusia wajib berusaha untuk hidup sehat agar hidup tidak sia-sia.

Dilansir dari Howstuffworks,setidaknya ada 10 cara agar manusia terhindar dari kematian yang sia-sia yaitu:

1. Waspadai berat badan

Anda akan sehat dan hidup lebih lama dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 atau tidak lebih dari 29. Orang dengan BMI di atas 29 (obesitas atau kegemukan) akan mengalami efek kesehatan yang merugikan berlipat ganda.

Orang yang obesitas sangat mungkin memiliki glukosa darah yang tinggi. Konsekuensi dari glukosa darah tinggi (diabetes) tidak hanya menyebabkan plak yang akhirnya mempersempit pembuluh darah khususnya arteri koroner, tetapi juga merusak saraf, ginjal, mata dan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan berat badan berlebih juga sangat mungkin mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.

2. Dengarkan tubuh Anda

Jangan pernah meremehkan apapun tanda atau sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang aneh atau sakit, berusahalah proaktif untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat mencari bantuan medis lebih dini. Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur dan jalani skrining dengan tepat.

3. Ikuti petunjuk yang ada
Begitu banyak petunjuk dan instruksi yang diberikan untuk alasan yang baik. Petunjuk akan memberitahu bagaimana melakukan hal yang benar sehingga seseorang tidak akan terluka atau melukai orang lain. Untuk meningkatkan peluang hidup panjang, ikutilah setiap petunjuk yang ada, misalnya aturan minum obat dan lain-lain.

4. Hiduplah dengan bersih
Studi menunjukkan bahwa semakin sering Anda mencuci tangan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk sakit. Menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit.

5. Mengemudilah dengan hati-hati
Kecenderungan untuk mengemudi secara ugal-ugalan di jalan raya membuat Anda memiliki risiko besar untuk berada di kamar mayat. Mengemudilah dengan hati-hati, perhatikan rambu, gunakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara dan jangan mengonsumsi alkohol, narkoba saat Anda akan mengemudi.

6. Katakan tidak!
Katakan tidak untuk rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan panyalahgunaan resep obat. Semua hal-hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan Anda berada di kamar mayat. Segeralah cari bantuan untuk bisa berhenti bila Anda sudah terlanjur menjadi pecandu.

7. Perhatikan apa yang Anda lakukan
Pikirkan tentang konsekuensi dari semua tindakan yang Anda lakukan. Memang kematian bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tapi setidaknya Anda bisa mencegah dengan hal yang sederhana dari apa yang Anda lakukan. Setidaknya ada empat perilaku yang bisa menyebabkan kematian, yaitu pembunuhan, bunuh diri, alam dan kecelakaan.

8. Nikmati waktu Anda
Nikmatilah setiap waktu yang Anda miliki. Jalani kehidupan dengan optimistis tetapi tidak menghilangkan kualitas waktu yang Anda miliki. Banyaklah tersenyum dan bersyukur untuk meringankan beban pikiran.

9. Hindari kesepian

Hubungan pertemanan, sosial dan asmara merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Orang yang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang baik akan hidup lebih sehat dan berumur panjang.

10. Tetapkan prioritas hidup
Semua orang perlu memiliki hal-hal penting dalam hidupnya dan menetapkan prioritas yang masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki daftar prioritas akan menjalani hidup dengan optimistis dan bersemangat.

10 Tips Menghindari Kematian yang Sia-sia

Kematian memang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Tapi sebagai makhluk yang berakal, manusia wajib berusaha untuk hidup sehat agar hidup tidak sia-sia.

Dilansir dari Howstuffworks,setidaknya ada 10 cara agar manusia terhindar dari kematian yang sia-sia yaitu:

1. Waspadai berat badan

Anda akan sehat dan hidup lebih lama dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 atau tidak lebih dari 29. Orang dengan BMI di atas 29 (obesitas atau kegemukan) akan mengalami efek kesehatan yang merugikan berlipat ganda.

Orang yang obesitas sangat mungkin memiliki glukosa darah yang tinggi. Konsekuensi dari glukosa darah tinggi (diabetes) tidak hanya menyebabkan plak yang akhirnya mempersempit pembuluh darah khususnya arteri koroner, tetapi juga merusak saraf, ginjal, mata dan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan berat badan berlebih juga sangat mungkin mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.

2. Dengarkan tubuh Anda

Jangan pernah meremehkan apapun tanda atau sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang aneh atau sakit, berusahalah proaktif untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat mencari bantuan medis lebih dini. Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur dan jalani skrining dengan tepat.

3. Ikuti petunjuk yang ada
Begitu banyak petunjuk dan instruksi yang diberikan untuk alasan yang baik. Petunjuk akan memberitahu bagaimana melakukan hal yang benar sehingga seseorang tidak akan terluka atau melukai orang lain. Untuk meningkatkan peluang hidup panjang, ikutilah setiap petunjuk yang ada, misalnya aturan minum obat dan lain-lain.

4. Hiduplah dengan bersih
Studi menunjukkan bahwa semakin sering Anda mencuci tangan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk sakit. Menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit.

5. Mengemudilah dengan hati-hati
Kecenderungan untuk mengemudi secara ugal-ugalan di jalan raya membuat Anda memiliki risiko besar untuk berada di kamar mayat. Mengemudilah dengan hati-hati, perhatikan rambu, gunakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara dan jangan mengonsumsi alkohol, narkoba saat Anda akan mengemudi.

6. Katakan tidak!
Katakan tidak untuk rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan panyalahgunaan resep obat. Semua hal-hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan Anda berada di kamar mayat. Segeralah cari bantuan untuk bisa berhenti bila Anda sudah terlanjur menjadi pecandu.

7. Perhatikan apa yang Anda lakukan
Pikirkan tentang konsekuensi dari semua tindakan yang Anda lakukan. Memang kematian bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tapi setidaknya Anda bisa mencegah dengan hal yang sederhana dari apa yang Anda lakukan. Setidaknya ada empat perilaku yang bisa menyebabkan kematian, yaitu pembunuhan, bunuh diri, alam dan kecelakaan.

8. Nikmati waktu Anda
Nikmatilah setiap waktu yang Anda miliki. Jalani kehidupan dengan optimistis tetapi tidak menghilangkan kualitas waktu yang Anda miliki. Banyaklah tersenyum dan bersyukur untuk meringankan beban pikiran.

9. Hindari kesepian

Hubungan pertemanan, sosial dan asmara merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Orang yang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang baik akan hidup lebih sehat dan berumur panjang.

10. Tetapkan prioritas hidup
Semua orang perlu memiliki hal-hal penting dalam hidupnya dan menetapkan prioritas yang masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki daftar prioritas akan menjalani hidup dengan optimistis dan bersemangat.

10 Tips Menghindari Kematian yang Sia-sia

Kematian memang akan dialami oleh setiap makhluk hidup. Tapi sebagai makhluk yang berakal, manusia wajib berusaha untuk hidup sehat agar hidup tidak sia-sia.

Dilansir dari Howstuffworks,setidaknya ada 10 cara agar manusia terhindar dari kematian yang sia-sia yaitu:

1. Waspadai berat badan

Anda akan sehat dan hidup lebih lama dengan indeks massa tubuh (BMI) di bawah 25 atau tidak lebih dari 29. Orang dengan BMI di atas 29 (obesitas atau kegemukan) akan mengalami efek kesehatan yang merugikan berlipat ganda.

Orang yang obesitas sangat mungkin memiliki glukosa darah yang tinggi. Konsekuensi dari glukosa darah tinggi (diabetes) tidak hanya menyebabkan plak yang akhirnya mempersempit pembuluh darah khususnya arteri koroner, tetapi juga merusak saraf, ginjal, mata dan sistem kekebalan tubuh.

Orang dengan berat badan berlebih juga sangat mungkin mengalami hipertensi, serangan jantung, stroke atau gagal ginjal.

2. Dengarkan tubuh Anda

Jangan pernah meremehkan apapun tanda atau sinyal yang diberikan tubuh Anda. Jika Anda merasa ada sesuatu yang aneh atau sakit, berusahalah proaktif untuk mencari tahu penyebabnya sehingga dapat mencari bantuan medis lebih dini. Lakukan pemeriksaan fisik secara teratur dan jalani skrining dengan tepat.

3. Ikuti petunjuk yang ada
Begitu banyak petunjuk dan instruksi yang diberikan untuk alasan yang baik. Petunjuk akan memberitahu bagaimana melakukan hal yang benar sehingga seseorang tidak akan terluka atau melukai orang lain. Untuk meningkatkan peluang hidup panjang, ikutilah setiap petunjuk yang ada, misalnya aturan minum obat dan lain-lain.

4. Hiduplah dengan bersih
Studi menunjukkan bahwa semakin sering Anda mencuci tangan, semakin kecil kemungkinan Anda untuk sakit. Menjaga tangan tetap bersih adalah salah satu cara terbaik untuk menghindari penyakit.

5. Mengemudilah dengan hati-hati
Kecenderungan untuk mengemudi secara ugal-ugalan di jalan raya membuat Anda memiliki risiko besar untuk berada di kamar mayat. Mengemudilah dengan hati-hati, perhatikan rambu, gunakan sabuk pengaman atau helm saat berkendara dan jangan mengonsumsi alkohol, narkoba saat Anda akan mengemudi.

6. Katakan tidak!
Katakan tidak untuk rokok, alkohol, obat-obatan terlarang dan panyalahgunaan resep obat. Semua hal-hal tersebut adalah cara terbaik untuk memastikan Anda berada di kamar mayat. Segeralah cari bantuan untuk bisa berhenti bila Anda sudah terlanjur menjadi pecandu.

7. Perhatikan apa yang Anda lakukan
Pikirkan tentang konsekuensi dari semua tindakan yang Anda lakukan. Memang kematian bisa menimpa siapa saja dan dimana saja, tapi setidaknya Anda bisa mencegah dengan hal yang sederhana dari apa yang Anda lakukan. Setidaknya ada empat perilaku yang bisa menyebabkan kematian, yaitu pembunuhan, bunuh diri, alam dan kecelakaan.

8. Nikmati waktu Anda
Nikmatilah setiap waktu yang Anda miliki. Jalani kehidupan dengan optimistis tetapi tidak menghilangkan kualitas waktu yang Anda miliki. Banyaklah tersenyum dan bersyukur untuk meringankan beban pikiran.

9. Hindari kesepian

Hubungan pertemanan, sosial dan asmara merupakan hal yang penting untuk kesehatan. Orang yang memiliki banyak teman dan hubungan sosial yang baik akan hidup lebih sehat dan berumur panjang.

10. Tetapkan prioritas hidup
Semua orang perlu memiliki hal-hal penting dalam hidupnya dan menetapkan prioritas yang masuk akal bagi dirinya sendiri dan orang-orang di sekitarnya. Orang yang memiliki daftar prioritas akan menjalani hidup dengan optimistis dan bersemangat.

Monday, December 12, 2011

Hiu Terunik Bermata Satu

Hiu Terunik Bermata Satu. Awal tahun ini nelayan Enrique Lucero León menangkap hiu kehitaman hamil dekat Cerralvo Island di Teluk California. Ketika dibelah, León menemukan embrio ikan jantan aneh yang tampak bersama dengan sembilan embrio lainnya yang normal.


Hiu Terunik Bermata Satu

Hiu Terunik Bermata Satu. Awal tahun ini nelayan Enrique Lucero León menangkap hiu kehitaman hamil dekat Cerralvo Island di Teluk California. Ketika dibelah, León menemukan embrio ikan jantan aneh yang tampak bersama dengan sembilan embrio lainnya yang normal.


Hiu Terunik Bermata Satu

Hiu Terunik Bermata Satu. Awal tahun ini nelayan Enrique Lucero León menangkap hiu kehitaman hamil dekat Cerralvo Island di Teluk California. Ketika dibelah, León menemukan embrio ikan jantan aneh yang tampak bersama dengan sembilan embrio lainnya yang normal.


Kentut Temahal Seharga Rp 930 Juta

Kentut Temahal Seharga Rp 930 Juta. Persoalan kentut memicu konflik dan berakhir dipengadilan dengan konpensasi US$ 100.000 atau sekitar Rp. 930 juta! Kedengarannya sesuatu hal yang konyol persoalan kentut bisa berakhir di pengadilan dan menimbulkan gugatan materi dgn jumlah yg cukup fantastis, tapi ini benar-benar terjadi di Swedia.

Menurut Göran Andervass, 44 , seorang teknisi komputer dia kedatangan seorang klien dikantornya dan klien-nya itu kentut diruangannya, kentut yang keras dan menimbulkan bau yang menjijikkan, demikian menurut koran lokal setempat Aftonbladet.

Andervass menuduh klien-nya itu memprovokasi dirinya dengan kentut dihadapannya dan dia marah terhadap klien-nya itu sehingga menimbulkan pertengkaran dan kegaduhan sehingga menarik perhatian orang seisi kantor, sampai akhirnya berita itu sampai ke telinga boss si klien yang juga merupakan direktur Bank National Swedia.

Andervass dan klien-nya dipanggil si boss di Bank National Swedia dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Andervass menuturkan apa yang terjadi tapi si klien tetap membantah keras kalau dia telah kentut dan menimbulkan bau yang tidak sedap dan sekali lagi pertengkaran hampir saja kembali terjadi kalo saja tidak ditengahi oleh direktur Bank National Swedia itu.

Akhirnya Andervass dipecat oleh kantornya atas pengaduan boss Bank National Swedia dengan alasan “persoalan pribadi”.

Tentu saja Andervass tidak terima dan balik menuntut Bank National Swedia ke pangadilan dengan gugatan ganti rugi inmateriil sebesar U$ 100,000 atau sekitar Rp. 930 juta! dan ternyata gugatan Andervass dikabulkan pengadilan sehingga Bank National Swedia diwajibkan membayar ganti rugi inmateriil sebesar Rp. 930 juta!

Kentut Temahal Seharga Rp 930 Juta

Kentut Temahal Seharga Rp 930 Juta. Persoalan kentut memicu konflik dan berakhir dipengadilan dengan konpensasi US$ 100.000 atau sekitar Rp. 930 juta! Kedengarannya sesuatu hal yang konyol persoalan kentut bisa berakhir di pengadilan dan menimbulkan gugatan materi dgn jumlah yg cukup fantastis, tapi ini benar-benar terjadi di Swedia.

Menurut Göran Andervass, 44 , seorang teknisi komputer dia kedatangan seorang klien dikantornya dan klien-nya itu kentut diruangannya, kentut yang keras dan menimbulkan bau yang menjijikkan, demikian menurut koran lokal setempat Aftonbladet.

Andervass menuduh klien-nya itu memprovokasi dirinya dengan kentut dihadapannya dan dia marah terhadap klien-nya itu sehingga menimbulkan pertengkaran dan kegaduhan sehingga menarik perhatian orang seisi kantor, sampai akhirnya berita itu sampai ke telinga boss si klien yang juga merupakan direktur Bank National Swedia.

Andervass dan klien-nya dipanggil si boss di Bank National Swedia dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, Andervass menuturkan apa yang terjadi tapi si klien tetap membantah keras kalau dia telah kentut dan menimbulkan bau yang tidak sedap dan sekali lagi pertengkaran hampir saja kembali terjadi kalo saja tidak ditengahi oleh direktur Bank National Swedia itu.

Akhirnya Andervass dipecat oleh kantornya atas pengaduan boss Bank National Swedia dengan alasan “persoalan pribadi”.

Tentu saja Andervass tidak terima dan balik menuntut Bank National Swedia ke pangadilan dengan gugatan ganti rugi inmateriil sebesar U$ 100,000 atau sekitar Rp. 930 juta! dan ternyata gugatan Andervass dikabulkan pengadilan sehingga Bank National Swedia diwajibkan membayar ganti rugi inmateriil sebesar Rp. 930 juta!