Potret Kehidupan PSK di Nagoya Batam - Beginilah potret kehidupan pekerja seks komersil (PSK) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Mereka didatangkan dari berbagai daerah, dan ditampung dalam satu ruangan luas.
Masing-masing PSK mendapatkan satu tempat tidur. Namun, ada sejumlah PSK yang tidak terpaksa tidur di lantai.
Melihat usia para PSK tersebut, ada yang masih belasan tahun hingga dewasa.
Monday, February 7, 2011
Potret Kehidupan PSK di Nagoya Batam
Potret Kehidupan PSK di Nagoya Batam - Beginilah potret kehidupan pekerja seks komersil (PSK) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Mereka didatangkan dari berbagai daerah, dan ditampung dalam satu ruangan luas.
Masing-masing PSK mendapatkan satu tempat tidur. Namun, ada sejumlah PSK yang tidak terpaksa tidur di lantai.
Melihat usia para PSK tersebut, ada yang masih belasan tahun hingga dewasa.
Masing-masing PSK mendapatkan satu tempat tidur. Namun, ada sejumlah PSK yang tidak terpaksa tidur di lantai.
Melihat usia para PSK tersebut, ada yang masih belasan tahun hingga dewasa.
Potret Kehidupan PSK di Nagoya Batam
Potret Kehidupan PSK di Nagoya Batam - Beginilah potret kehidupan pekerja seks komersil (PSK) di Kota Batam, Kepulauan Riau. Mereka didatangkan dari berbagai daerah, dan ditampung dalam satu ruangan luas.
Masing-masing PSK mendapatkan satu tempat tidur. Namun, ada sejumlah PSK yang tidak terpaksa tidur di lantai.
Melihat usia para PSK tersebut, ada yang masih belasan tahun hingga dewasa.
Masing-masing PSK mendapatkan satu tempat tidur. Namun, ada sejumlah PSK yang tidak terpaksa tidur di lantai.
Melihat usia para PSK tersebut, ada yang masih belasan tahun hingga dewasa.
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya - PATUNG NAGA EMAS Sebuah patung berbentuk naga emas serta keris garuda ditemukan Deni Saputra, warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, di kawasan Bukit Raje Mandare, sekitar dua minggu yang lalu. Patung dan keris tersebut dipercayai warga sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Bukit Raje Mendare merupakan salah satu lokasi yang dipercayai masyarakat Pagaralam merupakan kawasan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Bukit tersebut berada di wilayah perbatasan antara tanah Besemah dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Menurut kakak Deni Saputra, Basrani (40), warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah yang menemukan patung naga emas, penemuan berdasarkan mimpi atau wangsit yang diterima adiknya.
Setelah mendapat wangsit mereka harus melakukan proses ritual untuk dapat mengambil patung tersebut. “Saat itu diberi pentunjuk jika di kawasan Bukit Raje Mandare ini merupakan lokasi Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya,” katanya menceritakan penemuan oleh adiknya.
Untuk sampai ke lokasi penemuan patung tersebut, seseorang harus menempuh jarak yang cukup jauh. Bahkan beberapa sungai dan hutan rimba harus dilalui. Bukit Raje Mendare tersebut termasuk kawasan hutan lindung.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya - PATUNG NAGA EMAS Sebuah patung berbentuk naga emas serta keris garuda ditemukan Deni Saputra, warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, di kawasan Bukit Raje Mandare, sekitar dua minggu yang lalu. Patung dan keris tersebut dipercayai warga sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Bukit Raje Mendare merupakan salah satu lokasi yang dipercayai masyarakat Pagaralam merupakan kawasan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Bukit tersebut berada di wilayah perbatasan antara tanah Besemah dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Menurut kakak Deni Saputra, Basrani (40), warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah yang menemukan patung naga emas, penemuan berdasarkan mimpi atau wangsit yang diterima adiknya.
Setelah mendapat wangsit mereka harus melakukan proses ritual untuk dapat mengambil patung tersebut. “Saat itu diberi pentunjuk jika di kawasan Bukit Raje Mandare ini merupakan lokasi Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya,” katanya menceritakan penemuan oleh adiknya.
Untuk sampai ke lokasi penemuan patung tersebut, seseorang harus menempuh jarak yang cukup jauh. Bahkan beberapa sungai dan hutan rimba harus dilalui. Bukit Raje Mendare tersebut termasuk kawasan hutan lindung.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya
Patung Naga Emas Kerajaan Sriwijaya - PATUNG NAGA EMAS Sebuah patung berbentuk naga emas serta keris garuda ditemukan Deni Saputra, warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah, di kawasan Bukit Raje Mandare, sekitar dua minggu yang lalu. Patung dan keris tersebut dipercayai warga sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Bukit Raje Mendare merupakan salah satu lokasi yang dipercayai masyarakat Pagaralam merupakan kawasan candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Bukit tersebut berada di wilayah perbatasan antara tanah Besemah dengan Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.
Menurut kakak Deni Saputra, Basrani (40), warga Dusun Rimba Candi, Kelurahan Candi Jaya, Kecamatan Dempo Tengah yang menemukan patung naga emas, penemuan berdasarkan mimpi atau wangsit yang diterima adiknya.
Setelah mendapat wangsit mereka harus melakukan proses ritual untuk dapat mengambil patung tersebut. “Saat itu diberi pentunjuk jika di kawasan Bukit Raje Mandare ini merupakan lokasi Candi peninggalan Kerajaan Sriwijaya,” katanya menceritakan penemuan oleh adiknya.
Untuk sampai ke lokasi penemuan patung tersebut, seseorang harus menempuh jarak yang cukup jauh. Bahkan beberapa sungai dan hutan rimba harus dilalui. Bukit Raje Mendare tersebut termasuk kawasan hutan lindung.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
“Kami harus berjalan melewati hutan rimba, bukit terjal dan termasuk melintasi beberapua sungai dengan arus ckup deras untuk dapat sampai ke lokasi,” ujar Basrani.
Saat ini kata Basrani, patung tersebut berada di tangan Deni Saputra. Deni kini tengah berada di Kaur, Bengkulu dan belum bisa dikonfirmasi soal temuan.
Terpisah, Balai Arkeologi Palembang, Kristantina mengatakan, kemungkinan penemuan warga merupakan peninggalan dari zaman Islam yang masuk ke Sumatera. Pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam atau besi.
“Kita tidak pasti hasil temuan warga tersebut, karena jika pada zaman pra sejarah masyarakat belum mengenal logam. Kemungkinan temuan tersebut merupakan peninggalan zaman kerajaan islam masuk ke sumatera,” jelasnya.
Sunday, February 6, 2011
Inilah, Foto ABG Teller, Setelah Pesta Miras
Menurut Hurlock (1981) remaja adalah mereka yang berada pada usia 12-18 tahun. Monks, dkk (2000) memberi batasan usia remaja adalah 12-21 tahun. Menurut Stanley Hall (dalam Santrock, 2003) usia remaja berada pada rentang 12-23 tahun. Berdasarkan batasan-batasan yang diberikan para ahli, bisa dilihat bahwa mulainya masa remaja relatif sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat bervariasi. Bahkan ada yang dikenal juga dengan istilah remaja yang diperpanjang, dan remaja yang diperpendek.
Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Statemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di awal abad ke-20 oleh Bapak Psikologi Remaja yaitu Stanley Hall. Pendapat Stanley Hall pada saat itu yaitu bahwa masa remaja merupakan masa badai dan tekanan (storm and stress) sampai sekarang masih banyak dikutip orang.
Menurut Erickson masa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau pencarian identitas diri. Gagasan Erickson ini dikuatkan oleh James Marcia yang menemukan bahwa ada empat status identitas diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium, foreclosure, dan identity achieved (Santrock, 2003, Papalia, dkk, 2001, Monks, dkk, 2000, Muss, 1988). Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri ini juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja.
Subscribe to:
Posts (Atom)








